Pages

Kamis, 22 Mei 2014

Menteri Agama Lantik Harun Y. Natonis Sebagai Ketua STAKN Kupang

Kupang, DBK-Sabtu, (29/09/2012) di ruang pertemuan Hotel Swiss BelInn, Kupang, Menteri Agama Suryadharma Ali melantik Harun Y. Natonis sebagai Ketua STAKN Kupang yang baru. Menteri dalam sambutannya mengatakan aparatur Kementerian Agama di daerah perlu mempertajam fokus perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang merupakan motor pengerak organisasi dan pelayanan keagamaan. "Tugas aparatur Kementerian Agama di daerah harus sesuai dengan kapasitasnya dan harus dapat menjadi rujukan informasi bagi umat beragama, terutama menyangkut isu-isu keagamaan yang berkembang dan menjadi perhatian publik dewasa ini", papar Menag.
Menteri menegaskan bahwa tugas Kementerian Agama yakni di bidang pendidikan agama, kehidupan umat beragama, pembinaan ibadah haji dan pembinaan kerukunan umat beragama serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel akan selalu bersentuhan dengan banyak aspek yang berkembang di tengah masyarakat. "Dalam melaksanakan tugasnya Kementerian Agama selalu berpacu dengan perkembangan dan isu-isu keagamaan yang aktual. Karenanya, perlu penyikapan dan penanganan secara cerdas dan bermartabat," kata Menag.
Menag menambahkan "Untuk memelihara dan mewujudkan kerukunan umat beragama berbagai komunitas, perlu melibatkan para tokoh umat beragama di seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu aparatur Kementerian Agama tidak cukup hanya pintar, tetapi harus pandai dan piawai di tengah-tengah masyarakat".
"Dalam menjalankan tanggungjawabnya dalam pembangunan bidang agama dan keagamaan, kinerja para aparatur Kementerian Agama perlu ditingkatkan lagi, sehingga dapat memberikan warna tersendiri bagi masyarakat luas. Karena, kondisi masyarakat dewasa ini sangat berbeda dengan masa sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, sehingga harus disikapi dengan peningkatan kompetensi aparatur Kementerian Agama, terutama dalam menyikapi isu-isu keagamaan dalam masyarakat yang semakin kompleks. Permasalahan yang kecil dan kasuistik jangan ditunggu sampai berkembang dan meluas menjadi isu-isu nasional, namun harus segera mengambil tindakan nyata untuk mencari jalan keluarnya," jelas Menag.

0 komentar:

Poskan Komentar